Tak ada percakapan panjang lebar di senja kemarin
Hanya ada beberapa patah kata saja
Dan itupun hanya sekilas dia memandang
Tatapan kosong yang kulihat
Itu tak ada arti sama sekali
Hampa yang tersisa di sini
Juga perih yang terasa
Kapan jalan ini kan berujung jika sampai sekarang masih saja seperti ini
Harusnya tak ada lagi kata 'andai'
Karena kita sendiri tahu kita hanya bisa berencana
Sedangkan untuk mengembalikan waktu yang pernah terbengkalai itu tak mungkin
Aku tak pandai menegur fajar di pagi buta
Juga menyapa matahari di waktu ia mulai merangkak naik
Kemudian tak ada lagi kesempatan untukku untuk bercengkrama sebentar saja dengan sang senja
Aku merindukan kebebasan
Sangat merindukannya
Entah kapan lagi aku kan dapatkan satu kesempatan itu
Tak ada bekas embun yang sejuk
Hanya ada kesepian yang terus saja membuncah
Memecah kata di setiap aliran nadi
Kemudian terhempas begitu saja di teras perapian kalimat
Mungkin itu hanya permainan titik dan koma
Kemudian bertarunglah tanda seru dan tanda tanya
Masih adakah celah untuk menyatukan mereka dalam sebuah kalimat sederhana?
Kupastikan..
Jika kau pandai merangkai kesulitan
Kau akan bisa mengalahkan berbagai hal mudah
Asal kau jangan menganggap enteng setiap hal dariNya
Hanya sebuah pesan tersirat
Karena tiap kata itu selalu saja muncul dan aku tak lagi bisa membungkamnya
Juga tanganku ini terus saja menari kemudian jadilah sebuah kalimat sederhana
Oh.. Bukan sebuah kalimat, tepatnya rangkaian kata-kata
Tak ada maksud untuk menggurui sama sekali
Ini hanya ingin kujadikan sebuah tempat untuk menumpahkan semuanya
Karena.. Mungkin ia bisa bungkam
0 comments